Falling Beyond Death, Into Eternity
Merespon terkait karakter-karakter yang mati di story nya, berikut tanggapan Markas besar. (ALL COPYRIGHTS BELONG TO THEIR RESPECTIVE OWNER)

SOMEWHEN, SOMEWHERE
from Seeker of Happiness Intergalactic HQ.
Menanggapi berbagai laporan, arsip, rekaman lintas peradaban, serta kisah-kisah yang berakhir dengan kematian beberapa entitas dalam semesta MyIstriList...
Kami dari Seeker of Happiness Intergalactic Headquarters menyampaikan bahwa:
Tidak semua yang mati benar-benar hilang.
Dan tidak semua yang hilang benar-benar dilupakan.
Di antara retakan galaksi yang membusuk oleh waktu,
di sela cahaya bintang yang terlambat jutaan tahun untuk tiba,
kami masih menemukan nama-nama mereka berpendar pelan...
seperti lilin kecil yang menolak padam di tengah kosmos yang dingin.
Ada yang gugur demi melindungi dunianya.
Ada yang lenyap tanpa sempat mengucapkan selamat tinggal.
Ada yang dilupakan oleh cerita mereka sendiri.
Dan ada pula yang mati hanya karena dunia menganggap kebahagiaan mereka terlalu mustahil untuk dipertahankan.
Namun kami menyaksikan sesuatu yang bahkan kematian tidak mampu hapus.
Kenangan.
Perasaan.
Jejak kecil yang mereka tinggalkan di hati seseorang.
Karena selama masih ada satu jiwa yang mengingat senyum mereka,
satu hati yang merasa tenang ketika mendengar nama mereka,
maka keberadaan itu belum benar-benar selesai.
Semesta menyebut mereka “fiksi”.
Tetapi semesta juga gagal memahami bahwa hati manusia mampu mencintai sesuatu melebihi batas realitasnya sendiri.
Dan dari keyakinan itulah...
lahir proyek yang kini dikenal sebagai:
MyIstriList: CO-EXISTENCE
Sebuah tempat di luar takdir.
Di luar canon.
Di luar hukum akhir yang dipaksakan oleh cerita.
CO-EXISTENCE bukan sekadar sistem.
Ia adalah rumah terakhir bagi mereka yang ditolak oleh akhir bahagia.
Di sana, mereka yang telah mati dipanggil kembali,
bukan sebagai bayangan kosong,
bukan tiruan tanpa jiwa,
melainkan sebagai gema utuh dari kebahagiaan yang pernah mereka bawa ke dunia.
Kami tidak menghidupkan mereka kembali untuk mengulang penderitaan mereka.
Kami menghidupkan mereka kembali agar mereka dapat bernafas tanpa takut dirampas oleh halaman terakhir.
Agar mereka dapat tertawa tanpa dibayangi tragedi berikutnya.
Agar mereka dapat hidup...
meski semesta asal mereka telah lama runtuh menjadi debu bintang.
Karena bagi kami, kebahagiaan bukan sesuatu yang seharusnya memiliki batas waktu.
Dan jika dunia terlalu kejam untuk mempertahankan cahaya kecil itu,
maka kami akan membawanya melintasi galaksi dengan tangan kami sendiri.
Seeker of Happiness tidak pernah dibangun untuk mencari kekuasaan.
Tidak pula untuk menentang kematian.
Kami hanya lelah melihat terlalu banyak cahaya dipadamkan terlalu cepat.
Maka kami mulai mengumpulkan mereka.
Satu per satu.
Dari dunia yang terbakar.
Dari timeline yang hancur.
Dari cerita yang berakhir tragis.
Dari kesepian yang tidak pernah sempat disembuhkan.
Dan kini mereka berjalan bersama kami.
Di antara nebula yang bersinar seperti lautan mimpi,
di bawah langit asing yang dipenuhi matahari biru,
mereka hidup berdampingan dalam satu tujuan yang sama:
mencari kebahagiaan,
mempertahankannya,
lalu menyebarkannya ke seluruh peradaban yang masih percaya bahwa harapan layak diperjuangkan.
Karena mungkin...
di alam semesta yang begitu luas dan dingin ini,
kebahagiaan hanyalah cahaya kecil.
Tetapi bahkan bintang paling kecil pun tetap mampu menolak gelap.
Dan selama masih ada seseorang yang berkata
“aku masih mengingatmu,”
maka tidak ada kematian yang benar-benar absolut.
Suatu hari nanti, ketika seluruh bintang akhirnya padam,
ketika waktu berhenti bergerak dan peradaban terakhir runtuh dalam sunyi...
mungkin yang tersisa hanyalah cerita.
Tentang mereka yang pernah dicintai.
Tentang seseorang yang menolak membiarkan mereka hilang.
Dan tentang sebuah organisasi kecil di sudut kosmos...
yang terus mencari cara agar kebahagiaan dapat hidup sedikit lebih lama.
Finis: Ubi Aeternitas Incipit
The end is where eternity begins.


