# Klarifikasi Fainshe Mengenai Isu Lingkungan dan Seni

**Air** adalah [senyawa](https://id.wikipedia.org/wiki/Senyawa_kimia) yang penting bagi seluruh bentuk [kehidupan](https://id.wikipedia.org/wiki/Kehidupan) yang diketahui hingga saat ini di [Bumi](https://id.wikipedia.org/wiki/Bumi). Air menutupi sekitar 71% permukaan Bumi, dengan total volume diperkirakan mencapai sekitar 1,4 miliar kilometer kubik.

Namun, menjelaskan apa itu air tentu bukan tujuan utama publikasi ini. Melalui publikasi ini, Fainshe ingin memberikan klarifikasi dan transparansi mengenai penggunaan air yang berkaitan dengan teknologi serta layanan Fainshe yang menggunakan Artificial Intelligence (AI).

Fainshe tidak mengembangkan model AI berskala besar sepenuhnya dari nol. Teknologi AI yang digunakan dalam layanan kami memanfaatkan model Gemini dari Google, yang kemudian kami integrasikan dan kustomisasi agar sesuai dengan kebutuhan masing-masing layanan Fainshe.

Salah satu layanan tersebut adalah **Mimiro**.

Infrastruktur komputasi yang digunakan untuk menjalankan layanan AI Mimiro berada di wilayah **US Central 1 (Iowa, Amerika Serikat)**. Pusat data membutuhkan air, salah satunya sebagai bagian dari sistem pendinginan untuk menjaga perangkat komputasi tetap beroperasi pada temperatur yang sesuai.

Menurut laporan [The Conversation](https://theconversation.com/data-centers-consume-massive-amounts-of-water-companies-rarely-tell-the-public-exactly-how-much-262901), pusat data berskala besar dapat mengonsumsi air dalam jumlah yang sangat besar. Salah satu fasilitas pusat data di Iowa dilaporkan menggunakan sekitar **1 miliar galon air bersih**, atau sekitar **3,8 miliar liter**, dalam satu tahun.

Angka tersebut perlu diberikan konteks yang jelas. **Jumlah tersebut bukanlah konsumsi air Mimiro maupun Fainshe.** Angka tersebut merupakan konsumsi keseluruhan fasilitas pusat data yang menjalankan banyak layanan dan beban komputasi secara bersamaan. Fainshe tidak memiliki data yang cukup untuk menentukan secara pasti berapa banyak air yang secara tidak langsung digunakan hanya untuk menjalankan Mimiro.

## Dampak Lingkungan

Meski demikian, penggunaan air dalam skala besar oleh pusat data tetap dapat memberikan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat di wilayah sekitarnya, termasuk di Iowa, tempat infrastruktur komputasi yang digunakan Mimiro berada.

**Fainshe menyadari bahwa inovasi teknologi yang kami hadirkan, termasuk pengembangan solusi Artificial Intelligence (AI), membawa tanggung jawab terhadap lingkungan.**

Sebagai bentuk transparansi, kami mengonfirmasi bahwa sebagian infrastruktur komputasi AI Fainshe dideploy dan beroperasi di wilayah **US Central 1 (Iowa)**. Pemilihan wilayah ini mempertimbangkan kebutuhan teknis layanan, termasuk ketersediaan infrastruktur dan konektivitas.

Kami juga memahami adanya perhatian publik mengenai konsumsi air (*water footprint*) dan energi yang dibutuhkan untuk mengoperasikan serta mendinginkan infrastruktur komputasi berskala besar, terutama dengan meningkatnya kebutuhan komputasi untuk teknologi AI.

Bagi Fainshe, perkembangan teknologi tidak seharusnya mengabaikan keberlanjutan sumber daya alam.

Dalam memitigasi dampak tersebut, Fainshe memanfaatkan infrastruktur yang dikelola oleh mitra teknologi global yang juga memiliki target dan program keberlanjutan lingkungan.

Wilayah komputasi yang digunakan Fainshe dilaporkan memiliki tingkat penggunaan **carbon-free energy (CFE)** yang tinggi. Infrastruktur penyedia layanan kami juga memiliki komitmen untuk mencapai target **Water Positive pada tahun 2030**, yaitu mengembalikan dan memulihkan sumber daya air dalam jumlah yang lebih besar daripada konsumsi operasionalnya.

Target tersebut mencakup upaya untuk mengembalikan sekitar **120% volume air tawar yang dikonsumsi**, antara lain melalui proyek restorasi ekosistem, peningkatan efisiensi penggunaan air, dan pengelolaan daerah aliran sungai di berbagai wilayah.

Namun, Fainshe juga memahami bahwa target lingkungan perusahaan penyedia infrastruktur **tidak secara otomatis menghilangkan dampak lingkungan yang terjadi saat ini**. Target jangka panjang tetap perlu dibedakan dari kondisi operasional pusat data yang berlangsung sekarang.

Karena itu, bagi Fainshe, transparansi mengenai lokasi komputasi, penggunaan sumber daya, dan dampak tidak langsung dari layanan AI merupakan bagian penting dalam pengembangan teknologi kami.  
  

# Tentang Penggunaan Asset Kreatif ataupun Artwork

Di Fainshe, kami ingin membangun ekosistem layanan yang **human-first**. Slogan kami, **“EMPOWER HUMAN, BRING HAPPINESS”**, bukan sekadar slogan, tetapi menjadi salah satu prinsip yang ingin kami bawa dalam pengembangan berbagai proyek dan layanan Fainshe.

Dalam beberapa bulan terakhir, kami mulai secara bertahap **mengurangi penggunaan aset visual yang sepenuhnya dihasilkan oleh AI (*AI-generated content*)** dan menggantinya dengan karya yang dibuat oleh manusia (*human-made content*).

Salah satu langkah yang kami lakukan adalah melibatkan artist secara langsung dalam pembuatan **Original Character (OC)** untuk persona-persona yang digunakan dalam Mimiro.

Untuk pengembangan visual OC **Hanayumi** dan **Fukuhiro**, Fainshe bekerja sama melalui komisi dengan artist [Sakhi](https://www.instagram.com/neko.liner). Sementara itu, untuk beberapa kebutuhan media dan aset kreatif lainnya, Fainshe juga bekerja sama dengan artist [Moine](https://www.tiktok.com/@moinej2).

Tidak hanya ilustrasi, beberapa materi publikasi Fainshe juga menggunakan desain grafis yang kami komisikan kepada designer [Pungkas](https://www.linkedin.com/in/pungkas-triwidigdo-36755337a/).

Bagi kami, langkah ini merupakan salah satu bentuk kontribusi Fainshe dalam **memberdayakan manusia di bidang kreatif**. Kami ingin perkembangan teknologi, termasuk AI, tetap berjalan berdampingan dengan manusia dan membuka ruang bagi kreativitas manusia untuk terus memiliki nilai.

AI tetap menjadi bagian penting dari berbagai teknologi yang kami kembangkan. Namun, kami tidak ingin keberadaan AI menjadi alasan untuk menghilangkan peran manusia dari setiap bagian ekosistem Fainshe yang sebenarnya dapat memberikan ruang bagi kreativitas, keterampilan, dan karya mereka.

Fainshe ingin proyek-proyek yang kami bangun tidak hanya bermanfaat bagi orang yang menggunakannya, tetapi juga memberikan nilai kepada **orang-orang yang ikut berada di balik proses pembuatannya**.

Prinsip inilah yang menjadi salah satu makna dari:

**EMPOWER HUMAN, BRING HAPPINESS.**

# Tentang Penggunaan Data untuk Pengembangan Mimiro

Salah satu karakteristik utama **Mimiro**, proyek AI yang dikembangkan oleh Fainshe, adalah kemampuannya untuk memberikan respons yang terasa lebih natural dan *human-like*.

Untuk membangun karakteristik tersebut, Fainshe menggunakan berbagai data dan referensi bahasa untuk membantu mengembangkan serta menyempurnakan cara Mimiro berkomunikasi.

## Data yang Kami Gunakan

Dalam proses pengembangan Mimiro, Fainshe menggunakan data yang **tersedia secara publik** di internet. Sebelum digunakan, data diproses, dianonimkan, dan difilter untuk mengurangi informasi pribadi serta materi yang tidak diperlukan.

Beberapa sumber data publik yang kami gunakan antara lain:

*   Komentar publik yang tersedia di internet, termasuk pada platform seperti YouTube, TikTok, dan X.
    
*   Percakapan *live chat* publik dari sejumlah channel YouTube, yang kemudian diproses dan didistilasi untuk mempelajari pola komunikasi dan gaya bahasa.
    
*   Percakapan atau teks lain yang memang tersedia secara publik di internet dan relevan untuk memahami pola komunikasi manusia.
    

Tujuan penggunaan data tersebut bukan untuk membuat Mimiro menghafal atau mereproduksi percakapan tertentu, melainkan untuk membantu kami memahami pola bahasa, gaya penulisan, ekspresi, dan cara manusia berkomunikasi secara lebih natural.

Kami juga berupaya memfilter informasi yang dapat mengidentifikasi individu serta menghindari penggunaan materi yang tidak diperlukan dalam proses tersebut.

## Percakapan Pengguna Mimiro

**Fainshe tidak menggunakan histori percakapan pengguna Mimiro untuk melatih atau menyempurnakan model AI Mimiro**, termasuk ketika pengguna mengaktifkan fitur analitik.

Data analitik digunakan untuk memahami penggunaan dan performa layanan, bukan sebagai izin untuk memasukkan percakapan pribadi pengguna ke dalam dataset pelatihan.

Dengan kata lain, menggunakan Mimiro tidak berarti percakapan Anda secara otomatis menjadi data training.

## Bagaimana Data Pengguna Diproses?

Sebagaimana dijelaskan lebih lanjut dalam **Privacy Policy Mimiro**, beberapa data perlu diproses agar layanan dapat berfungsi.

Fainshe dapat memproses histori percakapan yang dikirimkan kepada Mimiro untuk kebutuhan operasional, keamanan, debugging, dan peningkatan layanan sesuai dengan ketentuan Privacy Policy. Ketika data digunakan untuk analisis internal, kami berupaya meminimalkan informasi yang dapat mengidentifikasi pengguna.

Untuk media seperti gambar yang diunggah ke Mimiro, Fainshe tidak menggunakan media tersebut sebagai dataset training internal. Media dikirimkan ke infrastruktur pemrosesan yang diperlukan agar Mimiro dapat memahami atau meresponsnya, kemudian ditangani sesuai dengan kebijakan penyimpanan yang berlaku.

Kami menyebut pendekatan terhadap media ini sebagai **“fire-and-forget”**: media dikirim untuk menjalankan permintaan pengguna dan tidak dimaksudkan untuk menjadi koleksi dataset training Fainshe.

Fainshe juga memilih layanan dan penyedia infrastruktur AI dengan mempertimbangkan kebijakan mereka mengenai penggunaan data pelanggan dan data yang dikirim melalui layanan API.

## Tentang Artist dan Karya Kreatif

Kami memahami bahwa penggunaan AI menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi artist, illustrator, designer, dan pekerja kreatif lainnya, terutama mengenai kemungkinan karya yang diunggah digunakan kembali sebagai data training.

Karena itu, **Fainshe tidak menggunakan gambar yang diunggah pengguna ke Mimiro untuk membangun dataset training internal kami.**

Namun, kami juga tidak ingin memberikan klaim absolut seperti bahwa sebuah layanan AI dapat menjadi “100% aman” untuk seluruh jenis karya atau seluruh situasi. Perlindungan data juga bergantung pada bagaimana infrastruktur dan penyedia layanan yang terlibat memproses data tersebut.

Berdasarkan arsitektur dan kebijakan yang kami terapkan, kami berusaha menjadikan Mimiro sebagai layanan yang dapat digunakan oleh pekerja kreatif tanpa menjadikan karya yang mereka unggah sebagai bahan training Fainshe.

Informasi lebih lengkap mengenai pengumpulan, pemrosesan, penyimpanan, dan penggunaan data pengguna tersedia dalam **Privacy Policy Mimiro**.

# Penutup

Fainshe dibangun dengan satu tujuan sederhana: **menciptakan teknologi yang dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi manusia.** Namun, kami juga memahami bahwa teknologi yang baik tidak hanya dinilai dari seberapa canggih produk yang berhasil dibuat, tetapi juga dari bagaimana produk tersebut dibuat dan dampak yang ditinggalkannya.

Mulai dari penggunaan sumber daya pada infrastruktur AI, cara kami memperlakukan data, hingga keputusan untuk melibatkan lebih banyak artist, designer, dan kreator manusia dalam proyek-proyek Fainshe, semuanya merupakan bagian dari proses kami untuk tumbuh secara lebih bertanggung jawab.

Kami tidak mengklaim bahwa Fainshe telah sempurna. Beberapa teknologi yang kami gunakan masih memiliki dampak lingkungan, kebijakan kami masih dapat berkembang, dan akan selalu ada hal yang dapat kami lakukan dengan lebih baik. Karena itu, transparansi bagi kami bukan tentang terlihat sempurna, tetapi tentang **terbuka mengenai apa yang kami lakukan, mengakui keterbatasannya, dan terus memperbaikinya.**

AI dan teknologi akan tetap menjadi bagian penting dari Fainshe. Namun, kami percaya teknologi seharusnya hadir untuk memperkuat kemampuan manusia, bukan menghilangkan nilai manusia di baliknya.

Itulah arah yang ingin terus kami pertahankan dalam setiap proyek Fainshe.

**EMPOWER HUMAN, BRING HAPPINESS.**
